SIANTAR, MARLINEWS.COM – Air milik Perusahaan daerah (Perumda) Air Minum Tirtauli kota Pematangsiantar mati (tak mengalir,red) selama 3 hari berturut-turut, tanpa ada pemberitahuan dan bantuan air bersih kepada masyarakat di kota Pematangsiantar.
Akibatnya, sejumlah aktivitas rumah tangga (RT) para masyarakat di Kelurahan Sipinggol-pinggol, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, menjadi terganggu dan sangat meresahkan.
Informasi diperoleh, sejumlah masyarakat mengaku sangat resah akibat air Perumda Air minum Tirtauli kota Pematangsiantar mati (tidak mengalir,red) selama tiga hari berturut-turut kerumah masyarakat.
Bahkan, badan usaha milik daerah (BUMD) milik pemerintah kota (Pemko) Pematangsiantar itu, tidak ada informasi (pemberitahuan) kepada masyarakat terkait mengapa pipa tersebut tidak bisa mengeluarkan air sampai kerumah mereka.
Selain itu, pihak Perumda Air Minum Tirtauli Uli juga tidak ada memberikan bantuan air bersih dampak air Perumda Tirtauli Uli selama tiga hari berturut-turut tidak mengalir (mati) yang meresahkan dan menggangu aktivitas masyarakat.
“Tak ada informasi dan juga bantuan air bersih dari pihak Perumda Tirtauli Uli kota Pematangsiantar untuk masyarakat yang terdampak, “sebut ibu yang mengaku warga sekitar, Sabtu (4/10/2025).
Dia menjelaskan, saat pipa kran miliknya dinyalakan dari rumah bukan air yang keluar tapi suara angin yang kedengaran kuat keluar dari pipa rumah miliknya.
Menurutnya, hal itu bisa membuat keuangan masyarakat merugi akibat pembayaran air yang membengkak. Sebab meteran air terus berputar padahal yang keluar bukan air melainkan hanya suara angin yang kedengaran kuat.
“Saat pipa kran air dinyalakan bukan air yang keluar tapi suara angin. Itu kan bisa buat pembayaran jadi bengkak. Meteran air terus muter tapi angin yang keluar bukan air, “celutuk ibu anak satu tersebut.
Selahsatu masyarakat sekitar juga mengaku resah akibat air Perumda Air Minum Tirtauli kota Pematangsiantar mati dalam tiga hari berturut-turut. Ia mengaku, sejak hari Jumat, Sabtu dan Minggu, tidak bisa melakukan aktivitas sebagaimana biasanya.
“Mau cuci piring, memasak dan mandi jadi sulit. Apalagi, saat mau buang air besar (B.A.B) jadi sangat kewalahan sekali, “keluh ayah dua anak tersebut, Minggu pagi (5/10/2025) sekira pukul 09.00 wib.
Mereka meminta kepada pihak Perumda Tirtauli Air Minum Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, apabila ada kejadian seperti ini, sebaiknya memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
Bahkan, kalau bisa pihak Perumda Tirtauli Air Minum juga memberikan bantuan berupa air bersih untuk kebutuhan masyarakat rumah tangga sebagaimana mestinya.
Pasalnya, dalam tiga hari berturut-turut itu, air Perumda Air Minum Tirtauli Uli kota Pematangsiantartak mengalir mulai pagi sampai malam.(*)