Diduga Tak Paham Bestek, Alasan Ketua Pokmas Patar Sinaga; Ada Pohon Pokat dan Tiang Telepon

Bagikan Artikel

SIANTAR, MARLINEWS.COM – Kinerja Ketua Pokmas (kelompok masyarakat) Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, kota Pematangsiantar, Patar Sinaga diduga tidak memahami bestek konstruksi proyek pembangunan drainase.

Pasalnya, pasangan material batu kali, plesteran dan semen acian tidak sejajar lurus melainkan tampak cembung dan bergelombang dipermukaan dinding (tanggul) dan bibir saluran drainase yang tidak rapi dan merata.

Proyek saluran drainase dengan sumber dana tambahan dukungan pendanaan kelurahan tahun anggaran 2025 senilai Rp200 juta yang terkesan asal jadi itu, berada di jalan Mangga, Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, kota Pematangsiantar, Sumut.

Ketua kelompok masyarakat (Pokmas) Kelurahan Parhorasan Nauli, Patar Sinaga mengatakan, penyebab pasangan material batu kali, plesteran dan semen aci tanggul saluran drainase tidak bisa sejajar lurus karena adanya tiang telepon dan pohon pokat sebagai penghalang.

“Gak bisa dibuat lurus pasangannya, ada tiang telepon dan pohon pokat, katanya.

Bahkan menurut Patar Sinaga, bahwa hal itu telah sesuai gambar dan ukuran proyek pembagunan dan pengerjaan konstruksi saluran drainase sebagaimana mestinya.

“Itu kan sudah pas pasangan nya. Sudah sesuai gambar dan ukuran pasangan 60×60, “katanya di lokasi proyek, Sabtu (23/8/2025) meski hasilnya tampak cembung dan bergelombang yang terkesan asal jadi.

Sekretaris Pokmas Parhorasan Nauli bermarga Manurung juga menyebutkan, bahwa penyebab pasangan tebing pada saluran drainase tidak bisa sejajar lurus (cembung) dan bergelombang diakibatkan adanya pohon pokat dan tiang telepon.

“Mau gimana dibuat lurus, disitu ada tiang telepon dan pohon pokat. Kalau tiangnya tumbang gimana, “kilahnya lagi.

Padahal titik lokasi tempat berdirinya pohon pokat dan tiang telepon, terletak pada sisi kiri tanggul, sedang yang tampak cembung, bergelombang dan permukaan tidak merata pada sisi kanan tanggul pasangan saluran drainase (sesuai foto).

Menanggapi hal itu, salahsatu sumber yang layak dipercaya menduga ketua dan sekretaris pokmas kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan siantar marihat kota pematangsiantar tidak memahami bestek pada konstruksi pengerjaan saluran drainase.

Menurut pria bertubuh besar berkulit sawo matang itu menambahkan, bahwa Ketua dan Sekretaris Pokmas juga tidak mengetahui standart teknis dan juknis kinerja pemasangan dan pengerjaan konstruksi proyek saluran drainase sebagaimana mestinya.

“Pasangan tanggul (dinding) drainase tampak cembung, bergelombang dan tidak rata. Alasannya, ada pohon pokat dan telepon. Sementara pohon pokat dan telepon disisi kiri tanggul, “sebut pria tersebut kepada insan pers

Dia menjelaskan, hal ini sering terjadi lantaran teknik plesteran yang kurang baik dan penggunaan alat perata (jidar) tidak akurat dan kemungkinan tanpa menggunakan waterpas atau benang yang baik dan benar saat proses pengerjaan.

“Ini disebut drainase depresi lokal pada plesteran yang bisa berdampak negatif pada saluran drainase, “tukasnya. (MNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *