TAPTENG, MARLINEWS.COM – Permak (Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi) Peduli Dana Desa Tapanuli Tengah (Tapteng) gelar aksi demo di depan Kantor Inspektorat dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Ratusan massa aksi menuntut pertanggungjawaban terkait pengelolaan dana desa. Selain itu, massa aksi mendesak Kepala Inspektorat Tapanuli Tengah mundur dari jabatannya, Senin (29/09/2025).
Selaku Ketua Orasi, Maslan Simanjuntak, Supriadi Simamora dan Rinto Purba, di depan Kantor Inspektorat menuntut agar Kepala Inspektorat segera mundur dari jabatannya.
Mereka juga menduga ketidakmampuan selaku kepala instansi dalam menangani kasus penyelewengan dana desa tidak secara transparan dan profesional.
Pasca aksi, Kepala Inspektorat tidak berada di tempat namun Sekretaris Inspektorat, Ibrahim Batubara, menerima tujuh perwakilan massa dan melakukan dialog melalui video call.
Meski melalui komunikasi video call dengan Kepala Inspektorat, disepakati bahwa yang bersangkutan (kepala Inspektorat, red) menyatakan bersedia mundur dan dicopot dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tuntutan.
Lalu aksi massa menuju Kantor DPRD Tapteng. Massa PERMAK mendesak agar pimpinan dewan supaya menghadirkan anggota DPRD dari Fraksi Nasdem yang diduga menyebut bahwa para pendemo “tidak berkelas” melalui media sosial.
Disana mereka diterima tiga anggota DPRD Tapteng, yakni Abdurahman Sibuea, Joneri Sihite, dan Joko Pranata Situmeang, menemui massa. Mereka berjanji akan membawa permasalahan ini ke Pimpinan DPRD dan akan dibahas lebih lanjut oleh Badan Kehormatan Dewan (BKD).
“Kami berjanji akan membawa masalah ini ke BKD untuk dibahas bersama Pimpinan DPRD, “sebutnya. (MNC)